Selasa, 19 Juni 2018

RPP TEMATIK K13 Tema 3: Peduli terhadap Lingkungan Hidup

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama SD                    : SD Selalu Teraniaya
Kelas/semester            : IV C/1
Tema/subtema             : Tema 3/Subtema 3, pembelajaran 1
Hari/tanggal                : Senin, 23 Oktober  2017
Waktu                         : 07.30 – 12.00


A.      Kompetensi Inti
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4.         Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.

B.       Kompetensi Dasar
Bahasa Indonesia
3.3 Menggali informasi dari seorang tokoh melalui wawancara menggunakan daftar pertanyaan.
4.3 Melaporkan hasil wawancara menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif dalam bentuk teks tulis.
IPA
3.8 Menjelaskan pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian sumber daya alam di lingkungannya.
IPS
3.1 Mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi.


C.      Indikator Pembelajaran
1.      Siswa kelas IV C dapat menyusun daftar pertanyaan dengan menggunakan kata tanya 5W+1H
2.      Siswa kelas IV C dapat melakukan wawancara dengan narasumber yang telah ditentukan mengenai keadaan di lingkungan sekolah dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dibuat.
3.      Siswa kelas IV C dapat membedakan makhluk hidup yang terawat dan tidak terawat di lingkungan sekolah.
4.      Siswa kelas IV C dapat menjelaskan upaya untuk merawat makhluk hidup yang ada di lingkungan sekolah.

D.      Tujuan Pembelajaran
1.         Setelah diberikan oleh guru mengenai cara membuat pertanyaan yang baik dan benar, siswa kelas IV C dapat menyusun 6 pertanyaan dengan menggunakan kata tanya 5W+1H dengan menggunakan kalimat bahasa Indonesia yang benar.
2.         Setelah menyimak instruksi guru, siswa kelas IV C dapat melakukan wawancara dengan narasumber yang telah ditentukan mengenai keadaan di lingkungan sekolah dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dibuat.
3.         Setelah melakukan pengamatan di area kebun, taman, dan kolam sekolah, Siswa kelas IV C dapat membedakan 4 makhluk hidup yang terawat dan tidak terawat di lingkungan sekolah.
5.      Setelah berdiskusi dengan kelompoknya, siswa kelas IV C dapat menjelaskan upaya untuk merawat makhluk hidup yang ada di lingkungan sekolah.

E.     Materi Pokok
Bahasa Indonesia
-          Pertanyaan 5W+1
-          Wawancara
IPA
-          Makhluk hidup terawat dan tidak terawat
-          Upaya merawa makhluk hidup
IPS
-          Ciri-ciri keadaan lingkungan di sekolah untuk kesejahteraan warga sekolah

F.     Identifikasi peserta didik
-          Jumlah siswa kelas IV C sebanyak 28 siswa.
-          Empat siswa berkebutuhan khusus
-          Siswa aktif
-          Beberapa siswa suka berbicara dan bercanda dengan temannya

G.    Skenario Pembelajaran

No.
Kegiatan guru
Kegiatan siswa
Alokasi waktu

1




2


3.







4.








5.




6.



7.







8.



9.







10.










































11






12









13







14








15



16



17





18





Pembuka
Guru menyapa siswa dan memperkenalkan diri.

Guru mengecek kehadiran siswa dan mengajak siswa berdoa bersama.

Guru bertanya, siapa yang memiliki hewan peliharaan atau tanaman hias di rumahnya. Bagaimana cara merawat hewan peliharaan dan atau tanaman hias tersebut?

Guru memberitahu bahwa hari ini siswa akan belajar tema 3, subtema 3, pembelajaran 1 tentang lingkungan.

Kegiatan Inti

Guru mengajak siswa untuk membaca materi pada buku halaman 95 tentang wawancara.

Guru membahas pengertian wawancara dan bagaimana membuat laporan wawancara yang baik.

Guru mengajak siswa bersama-sama membuat pertanyaan untuk panduan wawancara.


Guru membagi siswa ke dalam empat kelompok.

Guru memberi pengarahan tentang kegiatan pengamatan lingkungan sekolah dan wawancara, yang akan dilakukan oleh siswa secara berkelompok.

Guru mempersilakan siswa melakukan pengamatan dan wawancara bersama teman sekelompok, dengan tetap didampingi oleh guru.





























Guru meminta siswa masuk kelas dan berdiskusi untuk membuat laporan hasil observasi lingkungan sekolah dan laporan hasil wawancara.


Guru meminta perwakilan tiap kelompok untuk maju mempresentasikan hasil observasi dan wawancara. Teman yang lain boleh memberikan tanggapan.


Setelah semua kelompok sudah maju ke depan kelas, guru memberikan tanggapan secara menyeluruh dan menekankan bagian-bagian materi yang penting.

Guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS.


Kegiatan penutup


Guru mengulang sebentar materi yang telah dipelajari hari ini.

Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal evaluasi

Guru berpamitan kepada siswa dan berpesan agar menjadi anak yang rajin belajar dan mau menjaga kebersihan lingkungan.

Guru mengajak siswa berdoa penutup dan mengakhiri pelajaran hari ini.

Siswa menjawab salam.


Siswa yang ditunjuk memimpin doa.

Siswa menjawab pertanyaan guru.




Siswa mendengarka penjelasan guru.




Siswa membaca buku halaman 95.


Siswa mendengarkan penjelasan guru.
.

Siswa bersama-sama membuat pertanyaan untuk panduan wawancara dengan dbimbing oleh guru.
Siswa berkelompok


Siswa mendengarkan penjelasan guru.




Siswa melakukan pengamatan dan wawancara bersama teman sekelompok, dengan tetap didampingi oleh guru.

Siswa melakukan wawancara dengan narasumber yang telah ditentukan dengan mengajukan pertanyaan yang telah dibuat.

Siswa mencatat jawaban dari narasumber.

Siswa melakukan pengamatan ke kebun, taman, dan kolam di sekolah.

Siswa mencatat setiap makhluk hidup berserta keadaannya (terawat/ tidak terawat)

Siswa juga mencatat keadaan lingkungan di sekitarnya (bersih/ tidak bersih).



Siswa masuk kelas dan berdiskusi untuk membuat laporan hasil observasi lingkungan sekolah dan laporan hasil wawancara.

Perwakilan tiap kelompok maju mempresentasikan hasil observasi dan wawancara. Teman yang lain memberikan tanggapan.

Siswa mendengarkan penjelasan guru.




Siswa mengumpulkan LKS



Kegiatan penutup


Siswa mendengarkan penjelasan guru.

Siswa mengerjakan soal evaluasi.

Siswa mendengarkan penjelasan guru.



Siswa yang ditunjuk memimpin doa penutup. Siswa memberi salam kepada guru.








15 menit













135 menit





































































































60 menit


















H.      Media dan Sumber belajar
-       Papan tulis/white board, spidol.
-       Narasumber
-       Lingkungan Sekolah

I.         Metode : Model pembelajaran saintifik, ceramah, tanya-jawab, diskusi.

J.        Sumber belajar
Anggari, A., dkk. (2017). Tematik terpadu Kurikulum 2013. Jakarta: Pusat
Perbukuan.

K.      Penilaian








RUBRIK PENILAIAN

            Nama siswa / no absen            : ……………………………………………

Berilah tanda centang pada kolom yang tersedia.
Keterangan :


1 = Baik sekali
2 = Baik
3 = Cukup baik
4 = Kurang baik
5 = Tidak baik



No
Keterangan
Skor
1
2
3
4
5
1.
Bekerjasama dengan baik di dalam kelompok.





2.
Berkomunikasi secara baik dengan sesama anggota kelompok.





3.
Menjaga ketertiban kelas.





4.
Aktif bekerja dalam kelompok.





5.
Berani maju ke depan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok.





6.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat presentasi di depan kelas.





7.
Tugas dikerjakan dengan rapi.





8.
Tugas dikerjakan dengan tepat waktu.





Total skor

Rata-rata


Jakarta, …………………….. 2017
Observer,




(………………………………….)
RUBRIK PENILAIAN LKK (Lembar Kerja Kelompok)

            Nama siswa / no. urut : ……………………………………………

No
Keterangan
Skor
1
2
3
4
5
1.
Dapat menyusun pertanyaan dengan baik dan benar.





2.
Dapat menuliskan hasil pengamatan secara lengkap.





3.
Dapat menuliskan hasil wawancara secara lengkap dan tepat.





Total skor

Rata-rata




Jakarta, 21 Oktober 2017
Dosen pembimbing
Guru pamong/guru kelas
Mahasiswa praktikan



(____________________)      (___________________)        (__________________)


Minggu, 21 Januari 2018

Ruang Jiwa - Bersyukur karena bisa tidur

Gue ga habis pikir ternyata ada aja orang yang susah tidur. Bagi gue dulu, tidur itu hal yang paling menyenangkan. kalau libur nih, gue bangun jam 10 trus tidur siang kisaran jam 3 sampe jam 5 trus tidur lagi kisaran jam 9 atau paling lama jam 11 malem. Dulu gue sering banget abisin waktu buat tidur tapi sekarang? yaaampun, gue bisa tidur selama 6 jam aja udah bersyukur banget. kadang gue kocak sih kalau tidur gue suka mikir dan kadang cenderung suka maksaiin. Dan sekarang ini, gue pengen banget sadar kalau gue itu tidur.

umur gue menjelang 22 tahun dan hidup gue makin ke sini makin ga jelas. banyak persoalan sepele yang sering banget ganggu gue sampe-sampe gue ga bisa tidur kayak sekarang ini. Gue bener-bener berharap banget dikasih kesempatan untuk bisa tidur setidaknya 6 jam sehari. Gue bakalan bersyukur banget kalau gue dikasih kesempatan untuk tidur nyenyak.

Jumat, 01 Desember 2017

Contoh Penalaran (Bahasa Indonesia)

CONTOH  PENALARAN:
Contoh 1
Komunikasi adalah penyampaian isi pikiran, perasaan, dan kemauan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa. Tanpa bahasa manusia tidak bisa berkomunikasi. Kita memerlukan simbol untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Namun, berkomunikasi itu ternyata tidak selalu sesuai  hasilnya dengan yang kita harapkan. Tidak semua orang paham dengan maksud yang kita sampaikan kepadanya sehingga sebelum berkomunikasi sebaiknya kita mempertimbangkan terlebih dahulu konteks serta situasi mitra komunikasi kita.
Contoh 2
Hasil kajian sebuah lembaga asing menyatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat korupsi tertinggi di Asia. Berita itu menyakitkan kita. Indonesia yang dikenal sebagai  bangsa yang santun dan agamis, tercoreng tinta hitam. Kita semua tahu bahwa korupsi itu memang ada, bahkan dapat dikatakan sudah membudaya. Namun, kalau itu disampaikan orang asing apalagi disebarluaskan dengan menyandang  predikat seperti itu, hati ini rasanya sedih dan sakit sekali.
Meskipun demikian, kita berharap bahwa kita semua, terutama aparatur negara dapat menyikapi berita itu secara positif. Kritik itu merupakan masukan yang sangat berharga bagi kita. Hanya orang dungu yang membiarkan dirinya terperosok sampai dua kali ke lubang yang sama.  Kritik itu hendaknya menjadi pemacu untuk segera memperbaiki berbagai keburukan atau kelemahan kita sehingga predikat memalukan itu tidak jatuh lagi kepada kita pada masa mendatang.
Contoh 3
Rasyid adalah seorang anak muda yang suka sekali membaca buku-buku sejarah, terutama berkenaan dengan kisah orang-orang besar. Ia telah membaca buku tentang Thomas A. Edison, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, Al Gazali, Shakespeare, K. H. Ahmad Dahlan,  Hos Cokroaminoto, Martin Luther King,  dan Soekarno. Semua buku itu bercerita bahwa kebesaran yang mereka raih tidak tiba-tiba, tetapi melalui ketekunan belajar, kerja keras, aktif bermasyarakat, dan berbagai ujian hidup yang berat yang mereka hadapi dengan tabah. Berdasarkan apa yang dibacanya, Rasyid menyimpulkan bahwa untuk menjadi orang besar dan sukses, seseorang harus rajin belajar, bekerja keras, mau bermasyarakat, dan sabar menghadapi persoalan. Pendeknya, kesuksesan hanya bisa diperoleh karena perjuangan yang gigih dan kesabaran dalam menjalaninya.
Contoh 4

Bu Imas penasaran dengan sebuah pernyataan yang tertulis pada sebuah modul mata kuliah Teori Belajar Bahasa. Di dalam modul itu dinyatakan bahwa keterampilan menyimak diperoleh anak lebih dulu daripada keterampilan berbicara. Untuk membuktikan kebenaran pernyataan itu, ia mengamati perilaku berbahasa anak-anak. Ia pun melakukan wawancara informal dengan beberapa ibu yang memiliki anak kecil. Dari penelitian kecil yang dilakukannya ia menyimpulkan bahwa keterampilan anak dalam menyimak ternyata dikuasai lebih dulu daripada keterampilan berbicara.

Cara Menyusun Karangan yang Baik dan Benar

Cara menyusun karangan seperti berikut.
1. Menentukan tema terlebih dahulu.
2. Membuat kerangka karangan.
3. Mencari dan membaca buku-buku lain yang berkaitan dengan hal yang dibahas.
4. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh dan padu.
Sebelum menyusun karangan, kalian harus mengetahui dan memerhatikan
penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
1.      Penggunaan Huruf Besar
Penggunaan huruf besar tidak pada semua kalimat. Penggunaan huruf besar telah diatur dalam EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Penggunaan huruf besar antara lain sebagai berikut :
a.       Huruf besar digunakan di awal kalimat.
Contoh: Kita harus rajin belajar agar tidak menyesal di hari kemudian
b.      Huruf besar digunakan untuk nama orang, organisasi, nama hari, bulan, judul buku ,nama kitab, dan suku.
Contoh:
-          Ayah Budi bernama Suryawinata.
-          Setiap hari Minggu, Dewi lari pagi.
-          Toni sedang membaca buku “Sains dan Teknologi”.
c.       Huruf besar digunakan untuk nama-nama geografi (pulau, kota, benua, laut, selat sungai, dan lain-lain).
Contoh: SelatMadura menghubungkan antara Madura dan Pulau Jawa. PulauBali terkenal dengan sebutan PulauDewata
d.      Huruf besar tidak digunakan untuk menulis nama jenis meskipun menggunakan nama kota, pulau, atau negara.
Contoh:
-          Sinta mendapat oleh-oleh pisang ambon dari desa.
-          Dodi sangat suka jeruk bali.
2.      Penggunaan Tanda Titik (.)
Penggunaan tanda titik (.), antara lain sebagai berikut.
a.       Tanda titik (.) digunakan di akhir kalimat.
Contoh: Wati membeli buku.
b.      Tanda titik (.) digunakan pada singkatan.
Contoh:
- Bapak Mulyadi, S.Pd. adalah guru bahasa Indonesia di sekolahku.
S.Pd. = Sarjana Pendidikan
- Rapat dimulai pukul 08.00 s.d. 10.00.
s.d. = sampai dengan
c.       Tanda titik (.) tidak digunakan untuk memisahkan angka ribuan atau kelipatan yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
Dia lahir pada tahun 1995 di Madiun.
Bacalah kamus ini halaman 1440.
d.       Tanda titik (.) digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik.
Contoh: Pukul 15.35.20 kami berangkat ke Jakarta.
e.       Tanda titik (.) tidak digunakan di belakang alamat pengirim atau nama dan alamat penerima surat.
Contoh:
 Jalan Merak 35
5 Agustus 2007
Yth. Santi
Jalan Makam Pahlawan 25
Sidoarjo
3.      Penggunaan Tanda Koma (,)
Penggunaan tanda koma (,), antara lain sebagai berikut.
a.       Tanda koma (,) digunakan untuk perincian.
Contoh: Ibu membeli sayur, buah, dan bahan pokok.
b.      Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan tempat dan tanggal
surat. Contoh: Surakarta, 20 Mei 2007
c.       Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimat.

Contoh: Karena sakit, Soni tidak pergi ke sekolah.

Senin, 20 November 2017

Ruang Jiwa - "Heart attack"

Semakin tua, gue rasa perubahan mental dan jasmani gue makin aneh. Contohnya setiap kali patah hati, mental gue lesu banget. Ga semangat buat ngapa-ngapain. Ga bisa mikir yang berat-berat. Ga bisa kerjain tugas yang deadline. Ga bisa tidur dan yang paling gue sering harapkan adalah pengen waktu dipercepat aja. Tahun ini emang bukan tahun gue banget dan ga nyangka sebentar lagi 2017 akan berakhir. Masih kecantol jelas diingetan gue kalau awal tahun 2017 itu keluarga gue kena musibah. Musibah yang ga pernah gue duga sampe-sampe gue ga bisa tidur nyenyak selama 2 mingguan lebih. Badan gue juga kurus banget dan kulit gue kusem. 

Dulu gue sering mimpi dan berharap banget bapak gue bisa jalan lagi. Setelah kurang lebih 8 bulan menanti, akhirnya bapak gue bisa jalan. Waktu 8 bulan itu kayak neraka buat gue, banyak konflik, banyak utang, jadi banyak musuh, dll. Pokoknya gue ga nyangka kalau gue bisa laluin itu semua. Semenjak kejadian itu jantung gue jadi mudah lemah. Gue sering deg-degan dengan hal-hal yang sepele. Apalagi kalau gue denger emak gue teriak-teriak. Sumpah gue trauma. Waktu itu gue lagi tidur, istilahnya mau menuju ke fase tidur nyenyak. Trus tiba-tiba emak gue buka pintu langsung teriak-teriak suruh gue telefon bapak gue karena bapak gue kecelakaan. Jujur, di situ gue langsung bangun karena 20% diri gue masih sadar. Gue deg2an parah, jantung gue bunyi sampe gue bisa denger suara detak jantung gue sendiri. Cuman waktu itu gue masih linglung mau ngomong apa dan mau ngelakuin apa. Yang jelas gue deg-degan.

Dari situlah gue gampang jantungan. Gue suka kaget kalau denger orang teriak, orang klakson kendaraan, orang ngomong kekencengan, dan gue juga jantungan denger toa mesjid. Kalau ada masalah pun gue deg-degan parah. Gue ga bisa nunggu buat nyelesaiin suatu masalah, karena kalau ga dikelarin jantung gue bisa berdetak cepat terus. Sayang, baru-baru ini gue gampang emosian. Gue jadi sensi sampe-sampe masalah sepele pun gue jadiin perkara yang gede. 

Gue ga ngerti harus gimana, tapi yang namanya patah hati itu beneran sakit. Ya walaupun ga sesakit tangan lu ke gores pisau tajem sih. Tapi tetep aja sakit, kayak memar dalam gue rasa. Gue kalau marah ga pernah to do point. Pasti gue langsung berubah sikap biar orangnya itu sadar kalau gue marah tanpa harus gue kasih tau. Gue ga ngerti emang tingkah gue aneh atau gimana cuman orang itu ga pernah sadar. Gue harus jelasin dulu baru dia ngerti. Padahal cita-cita dia pengen jadi psikiater. Kadang kalau kesel gue pengen ceplosin, gimana mau jadi psikiater, baca sikap gue aja ga bisa apalagi sembuhin orang yang bener-bener ancur mentalnya. 

Kadang gue suka bertanya, apa sikap gue yang terlalu aneh? menurut gue masih dibatas normal kok. Cuman diem, kirim pesan pasif, kadang sensi. Ah, gue ga ngerti. Gue pernah baca ada tulisan yang mengatakan bahwa Tuhan mematahkan hati umatNya, agar mereka bertemu seseorang yang lebih baik. Gue percaya dengan kalimat tersebut dan gue berusaha nahan walaupun sakit banget. Gue takut kalau tiba-tiba jantung gue berenti karena kecapean detak cepet mulu. Tapi gue berdoa segala sesuatunya dibuat baik adanya.